Dari Redup Jadi Hidup , Juni !

Aku memulai lagi,

Setelah patah , berkeping
Setelah berderai , sesak
Setelah kehilangan

Bapak,
Ya, aku kehilangan bapak

Hatiku membeku , seketika
Kehilangannya , selamanya
Kali ini aku mulai berdamai dengan diri
Menguatkan,

Aku memulai lagi
Menuangkan rasa dalam frasa
Mengenangnya , mendoakan
Mengingatnya , mendoakan
Merindunya , mendoakan
Aku , memanjatkan doa
Tak henti-hentinya berdoa

Aku benar-benar kehilangan

Benar, aku benar-benar kehilangan

3 Comments Add yours

  1. sunarno says:

    mampir sejenak baca puisi di sini

    1. Unik Pratisi says:

      Terimakasih sudah mampir Pak 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s