Heran

Dini hari kemarin, terasa sesak. Bagaimana tidak, masih tak habis pikir dengan kekuatan ‘ apa kata orang nanti’ yang jelas nggak akan ngaruh pada apapun. Menurunkan derajat? Bagaimana bentuknya derajat itu sendiri? Wibawa hilang? Bagaimana sebenarnya ukuran wibawanya? Nama baik rusak? Seberapa besar ‘omongan orang’ hingga bisa merusak nama baik?

Setiap yang sederhana dilihat dr sudut pandang yang sulit, rumit, dan drama.

Setiap yang sederhana, tapi tidak bisa dibicarakan, hanya dipendam, menafsirkan dengan persepsi sendiri.

Setiap yang sederhana, dianggap ‘salah kaprah’ tidak sesuai citra, tidak sesuai makna, tidak sesuai ‘aturan’ . Aturan siapa? Entahlah.

Setiap yang sederhana,alangkah baiknya, ada rangkulan hangat, pembuka kata bijak, nasehat menasehati, tanpa menggurui.

Siapapun, dari yang belia hingga renta punya hak untuk mengeluarkan pendapatnya, sesuai pemikirannya masing – masing.

Yang muda tidak selalu salah, dan yang tua tidak selalu benar. Benar tidak? Saling memghormati, tentu.

Merasa paling menderita, paling berkorban, paling mengerti yang lain, paling sudah melakukam banyak hal, paling tau , paling semua. Yakin?

Kemudian semuanya semu dibalik rasa benci dalam hati. Kemudian semua tenggelam dalam pemikiran masinh masing. Yang tanggap diangap ‘saru’ , yang diam dibilang ” tak tau malu ” .

Salah kaprah. Karena yang diorientasikan bagaimana ‘kata orang’ , yang di unggulkan sanjungan dari ‘ pandangan orang ‘ .

Karena yang sederhana selalu tidah sesederhana itu. Padahal memang sederhana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s